mAThEmAT!c_07
addanknebo@yahoo.co.id
Kamis, 15 September 2011
Selasa, 06 September 2011
Kalkulus
Kalkulus
Kalkulus
(Bahasa
Latin: calculus, artinya "batu kecil", untuk menghitung)
adalah cabang ilmu matematika yang mencakup limit, turunan, integral, dan deret takterhingga. Kalkulus adalah ilmu mengenai
perubahan, sebagaimana geometri adalah ilmu mengenai bentuk dan aljabar adalah
ilmu mengenai pengerjaan untuk memecahkan persamaan serta aplikasinya. Kalkulus
memiliki aplikasi yang luas dalam bidang-bidang sains, ekonomi, dan teknik; serta dapat
memecahkan berbagai masalah yang tidak dapat dipecahkan dengan aljabar
elementer.
Kalkulus
memiliki dua cabang utama, kalkulus diferensial dan kalkulus integral
yang saling berhubungan melalui teorema dasar kalkulus. Pelajaran kalkulus
adalah pintu gerbang menuju pelajaran matematika lainnya yang lebih tinggi,
yang khusus mempelajari fungsi dan limit, yang secara
umum dinamakan analisis matematika.
limit
Kalkulus
pada umumnya dikembangkan dengan memanipulasi sejumlah kuantitas yang sangat
kecil. Objek ini, yang dapat diperlakukan sebagai angka, adalah sangat kecil.
Sebuah bilangan dx yang kecilnya tak terhingga dapat lebih besar
daripada 0, namun lebih kecil daripada bilangan apapun pada deret 1, ½, ⅓, ... dan bilangan real positif apapun.
Setiap perkalian dengan kecil tak terhingga (infinitesimal) tetaplah kecil tak
terhingga, dengan kata lain kecil tak terhingga tidak memenuhi properti Archimedes.
Dari sudut pandang ini, kalkulus adalah sekumpulan teknik untuk memanipulasi
kecil tak terhingga.
Pada abad
ke-19, konsep kecil tak terhingga ini ditinggalkan karena tidak cukup cermat,
sebaliknya ia digantikan oleh konsep limit. Limit
menjelaskan nilai suatu fungsi pada nilai input tertentu dengan hasil dari
nilai input terdekat. Dari sudut pandang ini, kalkulus adalah sekumpulan teknik
memanipulasi limit-limit tertentu. Secara cermat, definisi limit suatu fungsi
adalah:
Diberikan fungsi f(x) yang
terdefinisikan pada interval di sekitar p, terkecuali mungkin pada p itu
sendiri. Kita mengatakan bahwa limit f(x) ketika x mendekati p adalah
L, dan menuliskan:
jika, untuk setiap bilangan ε > 0,
terdapat bilangan δ > 0 yang berkoresponden dengannya sedemikian rupanya
untuk setiap x:
Turunan
Turunan dari suatu fungsi mewakili
perubahan yang sangat kecil dari fungsi tersebut terhadap variabelnya. Proses
menemukan turunan dari suatu fungsi disebut sebagai pendiferensialan ataupun
diferensiasi.
Secara matematis, turunan fungsi ƒ(x)
terhadap variabel x adalah ƒ′ yang nilainya pada titik x adalah:
dengan syarat limit tersebut eksis.
Jika ƒ′ eksis pada titik x tertentu, kita katakan bahwa ƒ terdiferensialkan
(memiliki turunan) pada x, dan jika ƒ′ eksis di setiap titik pada domain ƒ,
kita sebut ƒ terdiferensialkan.
Apabila z = x + h,
h = x - z, dan h mendekati 0 jika dan hanya jika z
mendekati x, maka definisi turunan di atas dapat pula kita tulis
sebagai:
Garis singgung pada (x, f(x)).
Turunan f'(x) sebuah kurva pada sebuah titik adalah kemiringan
dari garis singgung yang menyinggung kurva pada titik tersebut.
Perhatikan bahwa ekspresi
pada
definisi turunan di atas merupakan gradien dari garis sekan yang melewati titik
(x,ƒ(x)) dan (x+h,ƒ(x)) pada kurva ƒ(x). Apabila kita
mengambil limit h mendekati 0, maka kita akan mendapatkan kemiringan
dari garis singgung yang menyinggung kurva ƒ(x) pada titik x. Hal ini berarti
pula garis singgung suatu kurva merupakan limit dari garis sekan, demikian pulanya
turunan dari suatu fungsi ƒ(x) merupakan gradien dari fungsi tersebut.
Sebagai contoh, untuk menemukan gradien
dari fungsi f(x) = x2 pada titik (3,9):
Ilmu yang mempelajari definisi,
properti, dan aplikasi dari turunan atau kemiringan dari sebuah grafik
disebut kalkulus diferensial
Garis singgung sebagai limit dari garis
sekan. Turunan dari kurva f(x) di suatu titik adalah kemiringan
dari garis singgung yang menyinggung kurva pada titik tersebut. Kemiringan ini
ditentukan dengan memakai nilai limit dari kemiringan garis sekan.
Notasi
pendiferensialan
Terdapat berbagai macam notasi
matematika yang dapat digunakan digunakan untuk menyatakan turunan, meliputi notasi
Leibniz, notasi Lagrange, notasi
Newton, dan notasi Euler.
Notasi Leibniz
diperkenalkan oleh Gottfried Leibniz dan merupakan salah satu notasi
yang paling awal digunakan. Ia sering digunakan terutama ketika hubungan antar y
= ƒ(x) dipandang sebagai hubungan fungsional antara variabel bebas dengan
variabel terikat. Turunan dari fungsi tersebut terhadap x ditulis sebagai:
Notasi Lagrange
diperkenalkan oleh Joseph Louis Lagrange dan merupakan notasi
yang paling sering digunakan. Dalam notasi ini, turunan fungsi ƒ(x)
ditulis sebagai ƒ′(x) ataupun hanya ƒ′.
Notasi Newton,
juga disebut sebagai notasi titik, menempatkan titik di atas fungsi untuk
menandakan turunan. Apabila y = ƒ(t), maka
mewakili turunan y
terhadap t. Notasi ini hampir secara eksklusif digunakan untuk
melambangkan turunan terhadap waktu. Notasi ini sering terlihat dalam bidang fisika dan bidang
matematika yang berhubungan dengan fisika.
Notasi Euler
menggunakan operator diferensial D yang diterapkan pada fungsi ƒ
untuk memberikan turunan pertamanya Df. Apabila y = ƒ(x)
adalah variabel terikat, maka sering kali x dilekatkan pada D
untuk mengklarifikasikan keterbebasan variabel x. Notasi Euler kemudian
ditulis sebagai:
Notasi Euler ini sering digunakan dalam
menyelesaikan persamaan
diferensial linear.
Notasi
Leibniz Notasi Lagrange Notasi Newton Notasi Euler Turunan ƒ(x)
terhadap x
ƒ′(x) 
dengan y = ƒ(x)
dengan y = ƒ(x)
Integral
Integral
dapat dianggap sebagai perhitungan luas daerah di bawah kurva ƒ(x),
antara dua titik a dan b.
Integral
merupakan suatu objek matematika yang dapat diinterpretasikan sebagai luas
wilayah ataupun generalisasi suatu wilayah. Proses menemukan integral suatu
fungsi disebut sebagai pengintegralan ataupun integrasi. Integral dibagi
menjadi dua, yaitu: integral tertentu dan integral tak tentu. Notasi matematika
yang digunakan untuk menyatakan integral adalah
, seperti huruf S
yang memanjang (S singkatan dari "Sum" yang berarti
penjumlahan).
Integral tertentu
Diberikan
suatu fungsi ƒ bervariabel real x dan interval antara [a, b] pada
garis real, integral tertentu:
secara
informal didefinisikan sebagai luas wilayah pada bidang xy yang dibatasi oleh
kurva grafik ƒ, sumbu-x, dan garis vertikal x = a dan x
= b.
Pada
notasi integral di atas: a adalah batas bawah dan b adalah
batas atas yang menentukan domain pengintegralan, ƒ adalah
integran yang akan dievaluasi terhadap x pada interval [a,b], dan dx
adalah variabel pengintegralan.
Seiring
dengan semakin banyaknya subinterval dan semakin sempitnya lebar subinterval
yang diambil, luas keseluruhan batangan akan semakin mendekati luas daerah di
bawah kurva.
Terdapat
berbagai jenis pendefinisian formal integral tertentu, namun yang paling
umumnya digunakan adalah definisi integral
Riemann. Integral Rieman didefinisikan sebagai limit dari penjumlahan Riemann.
Misalkanlah kita hendak mencari luas daerah yang dibatasi oleh fungsi ƒ
pada interval tertutup [a,b]. Dalam mencari luas daerah tersebut,
interval [a,b] dapat kita bagi menjadi banyak subinterval yang
lebarnya tidak perlu sama, dan kita memilih sejumlah n-1 titik {x1,
x2, x3,..., xn - 1}
antara a dengan b sehingga memenuhi hubungan:
Himpunan
tersebut
kita sebut sebagai partisi [a,b], yang membagi [a,b]
menjadi sejumlah n subinterval
.
Lebar subinterval pertama [x0,x1] kita
nyatakan sebagai Δx1, demikian pula lebar subinterval ke-i
kita nyatakan sebagai Δxi = xi - xi
- 1. Pada tiap-tiap subinterval inilah kita pilih suatu titik sembarang
dan pada subinterval ke-i tersebut kita memilih titik sembarang ti.
Maka pada tiap-tiap subinterval akan terdapat batangan persegi panjang yang
lebarnya sebesar Δx dan tingginya berawal dari sumbu x sampai
menyentuh titik (ti, ƒ(ti)) pada
kurva. Apabila kita menghitung luas tiap-tiap batangan tersebut dengan
mengalikan ƒ(ti)· Δxi dan
menjumlahkan keseluruhan luas daerah batangan tersebut, kita akan dapatkan:
Penjumlahan
Sp disebut sebagai penjumlahan Riemann untuk ƒ pada
interval [a,b]. Perhatikan bahwa semakin kecil subinterval
partisi yang kita ambil, hasil penjumlahan Riemann ini akan semakin mendekati
nilai luas daerah yang kita inginkan. Apabila kita mengambil limit dari norma
partisi
mendekati
nol, maka kita akan mendapatkan luas daerah tersebut.
Secara
cermat, definisi integral tertentu sebagai limit dari penjumlahan Riemann
adalah:
Diberikan
ƒ(x) sebagai fungsi yang terdefinisikan pada interval tertutup [a,b].
Kita katakan bahwa bilangan I adalah integral tertentu ƒ
di sepanjang [a,b] dan bahwa I adalah limit dari
penjumlahan Riemann
apabila
kondisi berikut dipenuhi: Untuk setiap bilangan ε > 0 apapun terdapat sebuah
bilangan δ > 0 yang berkorespondensi dengannya sedemikian rupanya untuk
setiap partisi
di
sepanjang [a,b] dengan
dan
pilihan ti apapun pada [xk - 1, ti],
kita dapatkan
Secara
matematis dapat kita tuliskan:
Apabila
tiap-tiap partisi mempunyai sejumlah n subinterval yang sama, maka lebar
Δx = (b-a)/n, sehingga persamaan di atas dapat pula kita
tulis sebagai:
Limit ini
selalu diambil ketika norma partisi mendekati nol dan jumlah subinterval yang
ada mendekati tak terhingga banyaknya.
Contoh
Sebagai
contohnya, apabila kita hendak menghitung integral tertentu
, yakni
mencari luas daerah A dibawah kurva y=x pada interval [0,b],
b>0, maka perhitungan integral tertentu
sebagai
limit dari penjumlahan Riemannnya adalah 
Pemilihan
partisi ataupun titik ti secara sembarang akan menghasilkan
nilai yang sama sepanjang norma partisi tersebut mendekati nol. Apabila kita
memilih partisi P membagi-bagi interval [0,b] menjadi n
subinterval yang berlebar sama Δx = (b - 0)/n = b/n
dan titik t'i yang dipilih adalah titik akhir kiri setiap
subinterval, partisi yang kita dapatkan adalah:
Seiring
dengan n mendekati tak terhingga dan norma partisi
mendekati 0,
maka didapatkan:
Dalam
prakteknya, penerapan definisi integral tertentu dalam mencari nilai integral
tertentu tersebut jarang sekali digunakan karena tidak praktis. Teorema
dasar kalkulus (lihat
bagian bawah) memberikan cara yang lebih praktis dalam mencari nilai
integral tertentu.
Integral tak tentu
Manakala
integral tertentu adalah sebuah bilangan yang besarnya ditentukan dengan
mengambil limit penjumlahan Riemann, yang diasosiasikan dengan partisi interval
tertutup yang norma partisinya mendekati nol, teorema dasar kalkulus (lihat bagian bawah) menyatakan bahwa integral tertentu
sebuah fungsi kontinu dapat dihitung dengan mudah apabila kita dapat mencari
antiturunan/antiderivatif fungsi tersebut.
Apabila
Keseluruhan himpunan antiturunan/antiderivatif
sebuah fungsi ƒ adalah integral tak tentu ataupun primitif
dari ƒ terhadap x dan dituliskan secara matematis sebagai:
Ekspresi F(x)
+ C adalah antiderivatif umum ƒ dan C adalah konstanta
sembarang.
Misalkan
terdapat sebuah fungsi f(x) = x2,
maka integral tak tentu ataupun antiturunan dari fungsi tersebut adalah:
Perhatikan
bahwa integral tertentu berbeda dengan integral tak tentu. Integral tertentu
dalam bentuk
adalah
sebuah bilangan, manakala integral tak tentu :
adalah sebuah
fungsi yang memiliki tambahan konstanta sembarang C.
Teorema
dasar kalkulus menyatakan bahwa turunan dan integral adalah dua operasi yang
saling berlawanan. Lebih tepatnya, teorema ini menghubungkan nilai dari anti
derivatif dengan integral tertentu. Karena lebih mudah menghitung sebuah anti
derivatif daripada menerapkan definisi integral tertentu, teorema dasar
kalkulus memberikan cara yang praktis dalam menghitung integral tertentu.
Teorema
dasar kalkulus menyatakan:
Jika
sebuah fungsi f adalah kontinu
pada interval [a,b] dan jika F adalah fungsi yang mana
turunannya adalah f pada interval (a,b), maka
Lebih lanjut, untuk setiap x di
interval (a,b),
Sebagai
contohnya apabila kita hendak menghitung nilai integral
, daripada
menggunakan definisi integral tertentu sebagai limit dari penjumlahan Riemann (lihat
bagian atas), kita dapat menggunakan teorema dasar kalkulus dalam
menghitung nilai integral tersebut. Anti derivatif dari fungsi
adalah
.
Oleh sebab itu, sesuai dengan teorema dasar kalkulus, nilai dari integral
tertentu
adalah:
Apabila
kita hendak mencari luas daerah A dibawah kurva y=x pada interval [0,b],
b>0, maka kita akan dapatkan:
Perhatikan
bahwa hasil yang kita dapatkan dengan menggunakan teorema dasar kalkulus ini
adalah sama dengan hasil yang kita dapatkan dengan menerapkan definisi integral
tertentu (lihat bagian atas). Oleh karena lebih praktis, teorema dasar
kalkulus sering digunakan untuk mencari nilai integral tertentu.
Langganan:
Postingan (Atom)



















